Tips 20 December 2025 • 7 views

Kesalahan Fatal yang Sering Dilakukan UMKM Saat Pilih Hosting

Pilih hosting termurah? Nggak cek uptime? Abaikan support? Hindari 7 kesalahan ini yang bisa bikin bisnis online Anda bermasalah.

T

Ditulis oleh

Tim Hosting Advisor

Membeli Hosting Bukan Seperti Membeli Pulsa

Banyak pemilik UMKM menganggap urusan pilih hosting itu remeh, mirip seperti beli pulsa: cari yang paling murah, isi, lalu lupakan. Namun, begitu website mulai berjalan dan pesanan mulai masuk, barulah masalah bermunculan. Website tiba-tiba tidak bisa dibuka, pelanggan protes karena tidak bisa checkout, hingga data produk yang hilang entah ke mana.

Di dunia digital, hosting adalah "pondasi" bangunan bisnis Anda. Jika pondasinya rapuh, seindah apa pun desain website Anda, bisnis tersebut akan sulit berdiri tegak. Memilih hosting adalah keputusan strategis bisnis, bukan sekadar urusan teknis orang IT.

Sayangnya, karena minimnya informasi yang sederhana, banyak pengusaha terjebak pada janji manis iklan. Mari kita bahas 7 kesalahan yang paling sering dilakukan agar Anda tidak perlu mengalami kerugian yang sama.

1. Hanya Memilih Berdasarkan Harga Termurah

Kesalahan nomor satu yang paling klasik: tergiur harga sangat murah. Kita semua tentu ingin menekan biaya operasional, tapi dalam dunia hosting, harga sering kali berbanding lurus dengan kualitas.

Bayangkan Anda menyewa gudang untuk stok barang. Gudang A sangat murah tapi atapnya bocor dan pintunya tidak bisa dikunci. Gudang B sedikit lebih mahal tapi aman dan bersih. Mana yang Anda pilih?

Hosting yang terlalu murah biasanya memiliki keterbatasan besar: server yang sering "mogok", kecepatan yang lambat, hingga fitur keamanan yang minim. Pada akhirnya, Anda mungkin berhemat puluhan ribu rupiah per bulan, tapi kehilangan potensi omzet jutaan rupiah karena website mati saat pelanggan ingin berbelanja.

2. Tidak Memahami Kebutuhan Bisnis Sendiri

Sering kali pemilik UMKM membeli hosting tanpa tahu website tersebut akan digunakan untuk apa. Apakah hanya untuk menampilkan profil perusahaan (Company Profile) atau untuk toko online (E-commerce) yang super sibuk?

  • Contoh Nyata: Ibu Sari memiliki toko kue dan hanya butuh website untuk menampilkan foto produk serta alamat. Dia tidak butuh hosting dengan kapasitas raksasa yang mahal.

  • Kebalikannya: Pak Budi menjalankan toko baju yang sering mengadakan flash sale setiap akhir bulan. Jika Pak Budi hanya menggunakan paket pemula, website-nya pasti akan langsung "pingsan" saat diserbu pelanggan.

Belilah hosting yang pas, bukan yang paling mahal atau paling murah. Ketahui berapa banyak produk yang akan Anda pajang dan berapa perkiraan pengunjung harian Anda.

3. Mengabaikan Kualitas Layanan Support (Bantuan)

Banyak yang lupa bahwa masalah teknis tidak mengenal jam kerja. Website Anda bisa saja mengalami gangguan di jam 2 pagi atau di hari Minggu saat Anda sedang mengadakan promo besar.

Kesalahan fatal adalah memilih hosting yang layanan bantuan atau Customer Support-nya sulit dihubungi atau hanya merespons lewat email yang dibalas dua hari kemudian.

Bagi UMKM, pilihlah penyedia yang menyediakan bantuan melalui Live Chat atau WhatsApp yang responsif 24 jam. Pastikan juga mereka "bisa bahasa manusia", bukan hanya membalas dengan istilah-istilah teknis yang justru membuat Anda makin pusing.

4. Tidak Memperhatikan Performa dan "Uptime"

Apa itu uptime? Sederhananya, ini adalah jaminan seberapa sering website Anda bisa diakses tanpa gangguan. Jika sebuah penyedia hosting bilang uptime mereka 99%, terdengar bagus, bukan? Padahal, 1% sisa itu artinya website Anda bisa mati total selama 3 hari dalam setahun.

Bagi bisnis, website mati berarti toko tutup. Selain kehilangan penjualan, website yang sering mati juga dibenci oleh Google. Akibatnya, website Anda akan sulit muncul di halaman pencarian. Jangan hanya percaya janji iklan, coba cari tahu reputasi mereka dari sesama pelaku UMKM atau komunitas bisnis.

5. Tidak Memikirkan Skalabilitas (Kemampuan untuk Tumbuh)

Banyak pengusaha terjebak di satu paket hosting yang tidak bisa ditingkatkan. Saat bisnis tumbuh dari 10 pengunjung menjadi 1.000 pengunjung per hari, website mulai terasa sangat berat.

Kesalahan UMKM adalah tidak bertanya: "Kalau nanti pengunjung saya makin banyak, apakah saya bisa pindah ke paket yang lebih tinggi dengan mudah?" Pilihlah layanan yang memungkinkan Anda untuk "naik kelas" hanya dengan sekali klik tanpa harus memindahkan data atau membuat website dari awal lagi. Hosting yang baik harusnya bisa tumbuh bersama kesuksesan bisnis Anda.

6. Mengabaikan Keamanan dan Backup Otomatis

Banyak pemilik UMKM merasa, "Ah, bisnis saya kan masih kecil, nggak mungkin kena hack." Faktanya, serangan di internet seringkali dilakukan oleh robot otomatis yang menyasar website mana pun yang punya celah keamanan lemah.

Kesalahan fatal adalah tidak mengecek apakah hosting tersebut sudah menyediakan:

  • SSL Gratis: Tanda gembok di alamat browser yang membuat pelanggan merasa aman.

  • Backup Otomatis: Cadangan data harian. Jika website Anda eror atau kena virus, Anda tinggal mengembalikannya ke kondisi semula tanpa kehilangan data produk.

Jangan sampai Anda harus mengunggah ratusan foto produk satu per satu lagi hanya karena tidak punya cadangan data.

7. Tidak Membandingkan Opsi Secara Rasional

Karena ingin cepat selesai, banyak UMKM langsung membeli hosting pertama yang mereka lihat di Google atau yang direkomendasikan teman tanpa mengecek kebutuhan sendiri.

Memilih hosting haruslah rasional. Bandingkan minimal 2 atau 3 opsi. Bukan cuma soal harga, tapi bandingkan fitur apa saja yang Anda dapatkan, di mana lokasi servernya (sebaiknya di Indonesia jika target pasar Anda orang Indonesia), dan bagaimana pengalaman orang lain yang sudah memakainya.

Checklist Agar Tidak Terjebak

Sebelum Anda memutuskan untuk membayar, pastikan Anda sudah mencentang daftar ini:

  • [ ] Apakah harganya masuk akal (tidak terlalu murah/mahal untuk fitur yang didapat)?

  • [ ] Apakah ada fitur backup otomatis harian?

  • [ ] Apakah bantuan teknisnya tersedia 24 jam lewat chat/WA?

  • [ ] Apakah mereka memberikan SSL (ikon gembok) gratis?

  • [ ] Apakah lokasi server sesuai dengan target pembeli saya?

  • [ ] Apakah ada garansi uang kembali jika layanannya buruk?

Kesimpulan: Investasi Kecil untuk Ketenangan Besar

Menghindari kesalahan-kesalahan di atas memang membutuhkan sedikit waktu ekstra untuk riset. Namun, percayalah, ini jauh lebih baik daripada harus mengurus website yang sering bermasalah di kemudian hari.

Hosting yang tepat adalah investasi yang akan bekerja diam-diam di latar belakang, memastikan toko online Anda selalu buka dan siap melayani pembeli tanpa Anda harus pusing memikirkannya.

Jika Anda masih merasa bingung atau ragu paket mana yang sebenarnya paling cocok untuk jenis bisnis Anda saat ini, Anda bisa mencoba fitur Tool Selector kami. Cukup jawab beberapa pertanyaan tentang rencana bisnis Anda, dan alat ini akan membantu memberikan gambaran kebutuhan hosting yang paling masuk akal untuk Anda pilih tanpa bias vendor tertentu.

Artikel Terkait

Butuh Bantuan Pilih Hosting?

Gunakan tool gratis kami untuk menemukan hosting yang cocok dengan kebutuhan bisnis Anda dalam 2 menit.